Cara Tepat Cegah Tumbuhnya Karang Gigi


GIGI
tampil indah saat kita tersenyum, akan menambah rasa percaya diri.
Tetapi, pernahkah kita melihat gigi lawan bicara kita seperti mempunyai makanan yang terselip di sela-sela giginya dalam kurun waktu yang lama? Mungkin ia sedang\'\'memelihara\'\' karang gigi di mulutnya.
Apakah yang disebut dengan karang gigi?


Berdasarkan lokasinya, karang gigi ada di supragingiva (permukaan gigi diatas gusi) dan di subgingiva (permukaan gigi di bawah gusi).  Karang gigi sangat bisa tumbuh di daerah-daerah gigi yang sulit dibersihkan.

Penyakit yang disebabkan karang gigi


Cara kurangi karang gigi :

Terbentuknya karang gigi dapat pada semua orang, dan proses terbentuknya tidak dapat kita hindari namun dapat kita kurangi. Cara untuk mengurangi terbentuknya karang gigi adalah :

Pertama adalah  selalu rutin menyikat gigi minimal dua kali sehari secara tetap pada semua bagian-bagian gigi harus tersikat bersih. dan juga lupa juga menyikat di arela gusi karena disitu akan tumbuh karang pada cela-cela gusi dan gigi

Kedua harus rutin kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali

Karang Gigi Terbentuk Karena Sisa Makanan

Surabaya, eHealth. Bermasalah dengan karang gigi yang sebabkan gigi sakit pasti menyebalkan. Kita tahu bahwa kebanyakan dari kita bermasalah menyangkut kesehatan secara oral. Menurut penelitian, satu dari empat orang mengalami masalah dalam rongga mulut. Bakteri-bakteri kecil hidup berkoloni serta tinggal silih berganti dibagian mulut kita, dari gigi, gusi, bibir dan lidah. Meski menggosok gigi tiap hari, itu tak menjamin berhasil mengangkat seluruh bakteri.

Jadi tak heran kalau bagi mereka yang tak rajin menjaga kebersihan gigi kerap kali mengalami sakit gigi. Pada dasarnya, tergantung masing-masing orang untuk melakukan usaha menyelamatkan gigi dari penyakit dan membuatnya tetap sehat. Membersihkan karang gigi adalah salah satunya.


Karang gigi yang bisa terbentuk dari timbunan kuman sisa makanan yang tertinggal akibat kurang bersih menyikat gigi ini, ternyata sangat merugikan kesehatan rongga mulut terutama gigi. “Karang gigi itu jahat,” ujar drg. Don Aditjipto, yang ditemui di Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara (DKT). Menurutnya, masyarakat belum memahami benar bahaya dari timbunan karang gigi.

Masyarakat mulai mengeluh ketika giginya mulai berlubang dan sakit. Padahal, mungkin saja hal tersebut disebabkan oleh karang gigi. Karang gigi bisa menyebabkan gusi turun dan rusaknya jaringan tulang penyangga yang menyebabkan bengkak dan membuat jalan masuk bagi kuman. Kuman masuk ke dalam jaringan tulang penyangga melalui 2 cara.

Pertama, melalui gigi berlubang, yang berpotensi membawa kuman masuk ke dalam syaraf, dan menimbulkan bengkak dibawah gusi yang berisi nanah. Kedua, melalui karang gigi. Secara normal dalam mulut manusia pasti kotor dan terdapat kuman. Selama ini kita hanya mengetahui bahwa kuman masuk melalui gigi yang berlubang.



Karang gigi yang timbul pada setiap orang berbeda-beda, tergantung pada caranya menjaga kebersihan rongga mulut. Sebagian orang memiliki bakat yang menyebabkan karang giginya mudah tumbuh dengan cepat. Menurut drg. Don-sapaan akrabnya, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain oleh kekentalan air liur, bentuk susunan geligi, dan jenis makanan yang dikonsumsi.



Pembersihan karang gigi sebaiknya dilakukan 6 bulan sekali. P Terakhir yang perlu diperhatikan adalah setelah proses pembersihan, gusi akan sedikit terbuka sementara, sehingga berisiko sebagai jalan masuk kuman.

Tapi jangan khawatir, setelah itu dokter akan memberi obat kumur untuk mencegah terjadinya infeksi akibat kuman. Disarankan oleh drg. Don juga mengajak masyarakat untuk senantiasa membersihkan gigi secara rutin, teratur, dan dengan cara yang betul.

Subscribe to receive free email updates: