ISTILAH ISTILAH KEBAKARAN

ISTILAH MANAJEMEN KEBAKARAN


Istilah-istilah dalam buku ini mengikuti standar yang dikeluarkan oleh Food and Agriculture Organisation of the United Nations (FAO, 1986) dan negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris (McPherson et al., 1990; Chandler et al., 1991)

q       Anchor Point – Titik Taut: Tempat untuk memulai membuat ilaran ap, dan sebagai lokasi yang menguntungkan biasanya sekat bakar alam. Tempat tersebut dipilih karena akan memperkecik kemungkinan kebakaran dapat mendahului regu pemadam kebakaran ketika mereka membuat ilaran api.

q       Attack Line – Garis Serang: Garis serang yang sudah dipasang pada pompa dan siap untuk dipakai menyerang kebakaran.

q       Back Fire – Bakar Balik: Dalam kegiatan pemadaman merupakan cara pemadaman kebakaran hutan secara tidak langsung. Kegiatannya di mulai dengan membuat ilaran api di muka arah penjalaran api dengan lebar tertentu, di lanjutkan dengan pembakaran bahan bakar di sebelah dalam ilaran api. Pembakaran dilakukan pada tepi ilaran yang berhadapan dengan muka api kebakaran hutan (berlawanan dengan arah angin). Dalam penggunaan api kebakaran balik berarti pembakaran yang berlawanan arah angin untuk tertentu, misalnya pembersihan lahan.

q       Backpack Pump- Pompa punggung: Pompa yang dioperasikan dengan tangan yang diisi melalui tanki dan biasnya diikat di punggung.

q       Bulldoser: Sebuah traktor dengan alat bajak yang telah terpasang.

q       Burn: Areal yang terbakar.

q       Chain of Command- Rantai Komando: Susunan jabatan dan kewenangan dalam organisasi pamadaman kebakaran aloeh karena hutan dikaitkan dengan pemberian dan penerimaan perintah.

q       Command-Sistem Komando: Pelaksanaan pemberian perintah, urusan dan/atau pengendalian pemadaman kebakaran oleh adanya kewenangan yang didasarkan hukum, administrasi atau penugasan.

q       Contain a Fire-Membatasi Areal Kebakaran:Melaksanakan kegiatan pemadaman yang diperkirakan akan dapat menghentikan kebakaran didalam pembatasan yang sudah ditentukan dengan kondisi yang ada pada saat itu.

q       Control a Fire- Mengendalikan api: Pembuatan garis pengendali yang mengelilingi kebakaran dan memadamkan semua titik panas hot spot yang mengancam garis pengendali tersebut sampai diperkirakan garis tersebut dapat bertahan sendiri.

q       Control Line-Garis Pengendalian: Semua rintangan kebakaran yang terjadi secara alami atau buatan serta sisi kebakaran yang telah dirawat untuk mengendalikan kebakaran.

q       Crew Boss-Pemimpin Regu Kebakaran: Seseorang yang biasanya memimpin 5 sampai 20 pemadam kebakaran dan bertanggung jawab atas tindakannya untuk, keamanan dan kesejahteraannya.

q       Crown Fire-Kebakaran Tajuk: Kebakaran yang berpindah-pindah dari tajuk pohon ke tajuk pohon lain secara umum dari kabakaran permukaan.

q       Direct Attack-Serangan Langsung: Perlakuan pada bahan yang sedang terbakar pada sisi kebakaran yang aktif sebagai percobaan mengendalikan kebakaran tersebut (misalnya, membasai, menutupi, memisahkan bahan yang sedang terbakar dari bahan yang belum terbakar).

q       Dead Fuels- Bahan Bakar Mati: Bahan bakar yang telah kering dan mudah terbakar, dimana kelembapannya tergantung kepada kelembapan cuaca (kelembapan relatif dan hujan), suhu udara dab radiasi sinar matahari.

q       Drip Torch-Penyulut Api/Obor Api: Peralatan tangan yang digunakan untuk menyalakan api yang telah direncanakan atau bakar balik dengan meneteskan bahan bakar diatas bahan yang ingin dibakar.

q       Early Burning- Pembakaran Terkendali: Kebakaran yang direncanakan yang dilaksanakan pada musim kering sebelum semak-semak kering atau sebelum daun gugur; sebagai upaya pencegahan untuk kerusakan kebakaran yang lebih parah.

q       Escape Route – Jalan Menyelamatkan Diri: Jalan keluar dari tempat berbahaya; harus direncanakan lebih dahulu.

q       Escape Fire – Kebakaran Yang Meluas: Kebakaran yang telah meluas dan melebihi kemapuan pemadaman yang ada ditempat.

q       Fire Behaviour – Prilaku api: Prilaku api terhadap berbagai macam bahan bakr, cuaca dan topografi.

q       Fire Boss – Komandan Kebakaran: Komandan saat kejadian: Orang bertanggung jawab atas semua kegiatan pemadaman kebakaran dan pelayanan pada lokasi kebakaran.

q       Fire Break – Sekat Bakar: Sekat bakar memisahkan bahan bakar yang digunakan untuk membagi, menghentikan dan mengendalikan luasnya kebakaran, atau unutk membuat garis pengendalian agar regu kebakaran dapat memadamkan kebakaran. Atau untuk menghambat perjalanan api dari luar ke dalam kawasan, dari blok ke blok dan sekat bakar ini juga bias berbentuk sekat alam dan sekat buatan.

q       Fire Crew – Regu Pemadam kebakaran: Istilah umum untuk kelompok 5 – 20 pemadam kebakaran yang bekerja sebagai satu unit.

q       Fire Front – Arah Kebakaran: Bagian kebakaran dimana ada pembakaran yang terjadi secara terus-menerus. Selain ada ketentuan lain ini dianggap sebagai sisi utama dari batas kebakaran.

q       Fire Guard – Pemantau kebakaran: Istilah umum untuk seorang pemadam, penjaga menara api, orang patroli, penjaga pencegahan atau orang lain yang dibayar untuk mencegah dan/atau mendeteksi dan memadamkan kebakaran.

q       Fire Hazard – Bahaya Bahan Bakar: Suatu campuran bahan bakar yang dinyatakan oleh volume, jenis, kondisi, kepadanan dan lokasi yang akan menentukan, baik kemudahan api menyala maupun kesulitannya untuk memadamkan.

q       Fireline – Ilaran Api: Biasanya areal apapun yang telah dibuka/dibersihkan yang digunakan untuk mengendalikan kebakaran; yang dibuat dengan jarak tertentu di muka dari jarak penjalaran api dimana semua bahan telah dihilangkan dengan menggaruk atau menggali sampai ke tanah mineral.

q       Fire Management – Pengelolaan Kebakaran: Semua kegiatan yang dilakukan untuk melindungi hutan dari kebakaran liar; penggunaan api yang telah ditetapkan dalam pengelolaan tanaman dan pengelolaan lahan.

q       Fire Pre-suppression – Pra-penanggulangan Kebakaran: Kegiatan yang dilakukan persiapan untuk menentukan pemadaman yang lebih efektif. Termasuk perencanaan secara keseluruhan, mengambil tenaga kerja baru dan pelatihan personil pengendalian kebakaran, pembelian dan pemeliharaan peralatan kebakaran, perawatan bahan bakar dan pembuatan, pemeliharaan serta perbaikan sistem  sekat bakar, jalan, sumber air dan garis pengendalian.

q       Fire Prevention – Pencegahan Kebakaran: Semua tindakan yang dilakukan berkaitan dengan pengelolaan kebakaran, pengelolaan hutan, penggunaan lahan dan masyarakat, yang mencegah kebakaran atau mengurangi keparahan dan luasnya kebakaran.

q       Fire Pump – Pompa Pemadam: Pompa dengan mesin, yang biasanya menggunakan solar, di desain khusus untuk penggunaan pada saat memadamkan kebakaran. Dapat diangkat oleh orang atau dengan bantuan roda pipa/kayu atau trailer.

q       Fire Rake – Penggaruk Api: Kombinasi penggaruk dan alat pemotong dengan pegangan yang panjang, dengan mata pisaunya tiga atau empat yang sudah ditajamkan dengan bentu berbaris.

q       Fire Report – Laporan Keuangan: Berkas Resmi Kebakaran, termasuk informasi tentang penyebabnya, lokasi, kegiatan yang dilaksanakan, kerusakan dan kerugian dari awal kebakaran sampai pemadaman.

q       Fire Shovel – Sekop: Sekop yang didesain untuk pembuatan aliran api; dengan mata pisau yang meruncing ke ujung dan kedua sisi ditajamkan untuk menggaruk, menggali dan memotong.

q       Fire Suppression – Pemadaman Kebakaran: Pengendalian kebakaran; Segala kegiatan terkait dengan operasi pemadaman, mulai dari pengetahuan dan sampai dengan cara pemadam.

q       Fire Swatter – Penyekap Api: Peralatan penanggulangan kebakaran, kadang-kadang diimprovisikan, digunakan pada saat serangan langsung untuk memukul lidah api sepanjang sisi kebakaran; mungkin hanya cabang pohon yang hijau (hidup) atau kain karung yang basah atau peralatan yang dibuat khusus (misalnya sepotong terpal tebal yang dipasang dengan pegangan kayu yang panjang).

q       Fire Tool Cache – Gudang Menyimpan Peralatan: Sejumlah peralatan kebakaran yang dikumpulkan dalam jumlah tertentu dan/atau unit standar di tempat yang strategis serta khusus untuk penggunaan pada saat penanggulangan kebakaran.

q       Fire Triangle – Segitiga Api: Peralatan pelatihan dimana sisi segitiga di gunakan untuk menggambar terjadi api yaitu oksigen, panas dan membutuhkan bahan bakar dan akan menyala. Kalau salah satu dari ini dihilangkan apinya akan mati.

q       Foam-Pembusukan: Kimia yang dimasukkan kedalam air yang mengalir (melalui nozzel khusus atau pencampuran sebelumnya) untuk membuat aliran busa yang dikelilingi oleh air dan kimia yang dapat memadamkan kebakaran.

q       Fuel-Bahan Bakar: Semua bahan tumbuhan yang dapat dibakar di dalam hutan, tipe-tipe vegetasi lain dan sisa-sisa dari kegiatan pertanian.

q       Fuelbreak-Sekat Bahan Bakar: Biasanya areal seluas 20-300 meter dimana vegetasi asli di rubah agar kebakaran yang masuk ke dalam areal tersebut dapat dikendalikan dengan lebih mudah. Dalam sekat bakar kadang-kadang ada aliran api (misalnya jalan, atau parit buatan) yang dapat diperlebar secara cepat dengan menggunakan peralatan tangan atau api.

q       Fuel management-Manajemen Bahan Bakar: Kegiatan yang memudahkan untuk mengendalikan kebakaran dan mengurangi kesulitan pengendalian bahan bakar bila manajeman bahan bakar terdiri dari isolasi bahan bakar, biologis, atau dengan menggunakan api. Manajemen bahan bakar terdiri dari isolasi bahan bakar, modifikasi bahan bakar dan pengurangan bahan bakar.

q       Fuel Type-Jenis Bahan Bakar: Campuran unsur bahan bakar yang dapat diidentifikasi dari jenis, bentuk, ukuran kepadatan yang khusus atau sifat-sifat lain yang akan menyebabkan penyebaran kebakaran yang dapat diprediksikan atau kesulitan pengendalian dengan kondisi cuaca tertentu.

q       Ground Fire-Kebakaran Bawah: Kebakaran yang terjadi di bawah seresah atau kebakaran yang membakar bahan-bahan organic pada lapisan tanah (misalnya lumut) dan biasanya pada saat yang sama diikuti daun-daun yang jatuh serta semak-semak.

q       Hand Crew-Regu Alat Tangan: Regu darat: Regu kabakaran yang dilatih dan diperlengkapi untuk memadamkan kebakaran dengan menggunakan peralatan tangan.

q       Hand Line-Parit Buatan: Ilaran Api yang dibuat dengan peralatan tangan.

q       Handie-Tanlkie/Walkie-Talkie – Radio Komunikasi: Radio pegangan dua jalur digunakan untuk komunikasi kebakaran.

q       Hose-Lay-Sistim Selang: Sistim penyambungan selang dan perlengkapannya di darat; di mulai dari unit pompa air pertama dan berakhir di tempat penyemprotan air.

q       Hot Spot-Titik Api: Bagian kebakaran yang sangat aktif.

q       ICOA Code-Kode ICAO: Buat komunikasi lewat radio, kode dari International Civil Aviation Organisation (ICAO) digunakan untuk menjernihkan dan kelancaran symbol/kode.

A : ALPHA
J: JULIET
S: SIERRA
B: BRAVO
K: KILO
T: TANGO
C: CHARLIE
L: LIMA
U: UNIFORM
D: DELTA
M: MIKE
V: VICTOR
E: ECHO
N: NOVEMBER
W: WHISKEY
F: FOXTROT
O: OSCAR
X: X-RAY
G: GOLF
P: PAPA
Y: YANKEE
H: HOTEL
Q: QUEBEC
Z: ZULU
I: INDIA
R: ROMEO


q       Indirect Attack-Serangan Tidak Langsung: Sebuah metode untuk penanggulangan kebakaran dimana garis pengendalian di buat agak jauh dari sisi kebakaran yang aktif; biasanya digunakan untuk kebakaran yang menyebar dengan cepat atau sangat panas untuk menggunakan sekat bakar yang alami atau buatan dan perbedaan topografi yang menguntungkan. Bahan bakar yang ada kadang-kadang dibakar sebelum atau sebelum kondisi kebakarannya dibiarkan membakar semua bahan bakar sampai mencapai garis pengendalian.

q       Initial Attack-Serangan Dini:Serangan Pertama: Kegiatan pertama yang dilakukan untuk penanggulangan kebakaran; sumber daya yang digunakan untuk suatu kebakaran.

q       Large Fire-Kebakaran Besar: Buat penggunaan statistik, kebakaran yang membakar melebihi dari areal yang telah ditentukan misalnya 100 hektar; kebakaran yang membakar dengan besar dan kuat, agar perilakunya ditentukan oleh interaksi antara kolom konveksinya sendiri dan kondisi cuaca diatas permukaan kebakaran.

q       Lookout Tower-Menara Api: Bangunan yang dapat menaikkan orang keatas tingkat pohon  atau gangguan lain agar biasa melihat kebakaran;biasanya dibuat pondok di atas.

q       McLeod Tool-Garuk Tajam: Peralatan dengan pegangan pendek dengan kombinasi penggaruk-cangkul, dengan atau tanpa mata pisau yang dapat diganti.

q       Mopping Up-Pembersihan Sisa-sisa Api: Pemadaman kebakaran menjadi aman setelah dipadamkan dengan pemadaman atau memindahkan bahan-bahan yang masih terbakar sepanjang garis pengendalian, misalnya potongan pohon lalu dikuburkan log dll.

q       Natural Barrier-Sekat Alam: Areal dimana ketiadaan bahan-bahan yang mudah terbakar akan menghentikan penyebaran kebakaran hutan.

q       Plan of Attack-Rencana Penyerangan: Kegiatan dan organisasi personil dengan peralatan yang telah ditentukan untuk penanggulangan kebakaran; berlaku bagi salah sartu kebakaran atau semua kebakaran yang sejenis.

q       Point of Attack: Melihat titik api.

q       Portable Pump-Pompa Portable: Pompa kecil yang memakai bensin, dapat diangkat ke sumber air oleh satu atau dua pemadam kebakaran walaupun pada topografi sulit.

q       Prescribed Burning-Pembakaran Terkendali: Penggunaan api yang dikendalikan pada vegetasi dengan kondisi lingkungan khusus yang membolehkan kebakaran tersebut dibatasi pada areal yang ditentukan sebelumnya sambil panas dan cepat penyebaran yang perlu untuk mencapai tujuan manajemen sumber daya yang direncanakan.

q       Pulaski-Kapak Dua Fungsi: Peralatan yang mencampur alat pemotongan mata pisau kampak dan mata pisau menggalian yang tidak lebar, sering digunakan dalam pembuatan ilaran api.

q       Reinforced Attack-Pasukan Penyerang Bantuan: Bantuan; sumber daya yang diminta sebagai tambahan dari sumber daya untuk serangan dini.

q       Running Fire-Api Yang Cepat Menjalar: Sebuah api yang menyebar dengan cepat dan kepala yang terlihat dengan jelas.

q       Sector-Sektor: Sebagian dari batasan pembakaran atau garis pengendalian yang telah ditentukan untuk kegiatan penanggulangan dari dua regu atau lebih di bawah satu pemimpin.

q       Slash-Tumpukan Bahan Bakar: Kepadatan bahan bakar yang diakibatkan oleh kejadian alami, misalnya angin, kebakaran atau diakibatkan oleh kegiatan manusia misalnya tebangan dan pembuatan jalan.

q       Slash and Burn Agriculture-Perladangan berpindah: Pertanian (biasnya kecil) dimana areal disisipkan untuk penanaman dengan memotong dan membakar vegetasi.

q       Slip-on Tank-Tanki Pemadam Kebakaran: Sebuah tanki, selang, pompa tambahan dan mesin yang dijadikan satu dan dapat dimasukkan kebelakang truk pick up atau gandengan.

q       Span of Control-Batasan Tanggung Jawab: Jumlah maksimum anak buah yang dapat diawasi secara langsung oleh satu orang tanpa kehilangan efisiensi. Untuk pemadaman kebakaran jumlahnya berubah-ubah, tergantung kegiatan, tetapi biasanya antar aantara 5,10-20 orang (regu peralatan tangan).

q       Spot Fire-Api Loncat: Ini adalah kebakaran kecil yang diluar dari kebakaran utama dimulai dari api loncat.

q       Surface Fire- Kebakaran Permukaan: Kebakaran yang terjadi membakar lantai hutan, membakar serasah, anakan pohon, limba pembalakan dan semak-semak penjalarannya di pengaruhi oleh kecepatan angin dan topografi.

q        Tanker Trailer-Tanki Gandeng: Sebuah trailer yang dapat memasang tangki, pompa kebakaran, selang dan peralatan tambahan.

q      Uncontrolled Fire-Kebakaran Yang Tidak Terkendali: Kebakaran yang mengancam kehidupan orang, bangunan atau sumber daya alam; Kebakaran yang tidak membakar didalam batasan sekat bakar atau; kebakaran yang begitu panas dan kuat, tidak dapat dipadamkan dengan peralatan yang ada.

q       Undercut Line-Trench: Ilaran api pada sebuah bukit yang berada pada bagian lebih rendah dari kebakaran. harus digali agar bahan-bahan yang bergulung kebawah terjatuh disitu.

q       Volunteer Firefighter-Tenaga Sukarelawan: Pemadam kebakaran yang ikut serta dibawah organisasi manajemen kebakaran secara sukarelawan dan dibayar, tetapi bukan staf tetap.

q       Wetting Agent-Bahan Kimia: Surfactant: Bahan kimia yang mengurang ketegangan permukaan air atau cairan lain agar dapat disebarkan secara lebih efektif.

q       Wildfire-Api Liar: Kebakaran yang terjadinya tidak dikehendaki oleh pengelola hutan, penjalarannya tak terkendali dan menimbulkan kerusakan hutan serta sering sulit untuk di padamkan.



Subscribe to receive free email updates: