Pengertian Kebakaran

Definisi Menurut Wikipedia, "Kebakaran merupakan suatu bencana yang di sebabkan oleh api atau pembakaran tidak terkawal, membahayakan nyawa manusia, bangunan atau ekologi. Ia boleh jadi sengaja atau tidak sengaja. Kebakaran lazimnya akan menyebabkan kerosakan atau kemusnahan pada binaan dan kecederaan atau kematian kepada manusia. 
Pengertian Api


Pengertian kebakaran Menurut Damkar.
Kebakaran merupakan suatu pristiwa terjadinya suatu titik api akibat pertemuan panas - bahan bakar - oksigen,.

Kebakaran dapat terjadi bila terdapat 3 hal tersebut:
  1. Yang pertama terdapat bahan yang mudah terbakar baik berupa bahan padat cair atau gas sperti kayu, kertas, textil, bensin, minyak,acetelin dll.
  2. Ke dua terdapat suhu yang tinggi yang disebabkan oleh sumber panas seperti Sinar Matahari, Listrik atau kortsluiting, panas energy mekanik (gesekan), Reaksi Kimia, Kompresi Udara.
  3. Yang terahir Oksigen (O2) yang cukup kandungannya. Semakin besar terdapat kandungan  O2/oksigen dalam udara maka nyala api akan semakin besar. Bila kandungan oksigen yang kurang dari 12% tidak akan terjadi nyala api.

Oksigen d
alam keadaan normal kandungannya di udara 21%, cukup efektif untuk menyebabkan kebakaran.
Jika dari ke tiga unsur tersebut cukup tersedia maka kebakaran akan terjadi, apabila salah satu dari tiga unsur tersebut tidak tersedia dalam jumlah yang cukup maka tidak mungkin terbakar. Api dapat dipadamkan dengan 3 cara:
  • Yaitu denurunkan suhunya dibawah suhu kebakaran,
  • Menghilangkan zat asam
  • Menjauhkan barang-barang yang gampang terbakar

PENGELOMPOKAN KEBAKARAN
Pengelompokkan kebakaran menurut peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 04/MEN/1980 Bab I Pasal 2, ayat 1 mengkalisikasikan kebakaran menjadi 4 yaitu katagori A,B,C,D.

Sedangkan untuk (NFPA) National Fire Protection Association, menetapkan 5 katagori jenis penyebab kebakaran, yaitu kelas A, B, C, D dan K. Bahkan beberapa Negara menetapkan tambahan klasikasi dengan kelas E.

Klasifikasi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Kebakaran Klas A
Adalah kebakaran yang menyangkut benda-benda padat kecuali logam.
Contoh : Kebakaran kayu, kertas, kain, plastik, dsb.
Alat/media pemadam yang tepat untuk memadamkan kebakaran klas ini adalah dengan : pasir, tanah/lumpur, tepung pemadam, foam (busa) dan air .

2. Kebakaran Klas B
Kebakaran yang disebabkan oleh bahan bakar cair / gas yang mudah terbakar.
Contoh : Solar, premium/bensin, LPG/LNG, minyak goreng.
Alat pemadam yang dapat dipergunakan untuk kebakaran tersebut yaitu jenis dry powder) busa (foam), air dalam bentuk spray/kabut yang halus.

3. Kebakaran Klas C
Kebakaran instalasi listrik bertegangan. Seperti : Breaker listrik dan alat rumah tangga lainnya yang menggunakan listrik.
Alat Pemadam yang dipergunakan adalah : Carbondioxyda (CO2), tepung kering (dry chemical). Dalam pemadaman ini dilarang menggunakan media air.

Contoh : Kebakaran Klas C (listrik) jangan dipadamkan dengan alat pemadam jenis cair, seperti : air/busa, maka si pemadam itu sendiri akan terkena aliran listrik, karena air/busa adalah penghantar listrik.

4. Kebakaran Kelas D
Kebakaran pada benda-benda logam padat seperti : magnesum, alumunium, natrium, kalium, dsb.
Pemadaman dapat menggunakan pasir halus dan kering, dan dry powder khusus.

5. Kebakaran Kelas K
kebakaran yang di sebabkan bahan akibat konsentrasi dari lemak yang tinggi. Kebakaran jenis ini banyak terjadi di dapur rumah. Api yang terjadi di lingkungan dapur dapat dikategorikan kebakaran Kelas B.

6. Kebakaran kelas E
Kebakaran yang terjadi  oleh adanya hubungan arus pendek pada peralatan elektronik. jenis Alat pemadaman yang bisa digunakan untuk memadamkan kebakaran jenis ini dapat juga menggunakan seperti tepung kimia kering (dry powder), namu memiliki resiko kerusakan pada peralatan elektronik, sebab "dry powder" memiliki sifat yang lengket. Untuk yang lebih tepat yaitu menggunakan pemadam api yang berbahan "clean agent"
Pentingnya kita untuk mengetahui setiap pengelompokan kebakaran ini agar kita dapat menentukan pilihan alat pemadam api yang akan digunakan. Bila pemadam api yang di gunakan salah kategori/kelas maka biasanya upaya pemadaman api akan mengalami kegagalan dan malah menyebakan kerugian material.




Subscribe to receive free email updates: