Kisah Seorang Ibu Penjual Telur Dengan Orang Sombong

infoberbagi.web.id


Seorang perempuan sedang bertanya kepada seorang penjual telur yang sudah tua, (Berapa harga telurnya ? ) !"dengan nada angkuh"

Sipenjual telur menjawab, ! (Satu butir harganya  2.500 Rupiah Nyonya.) "dengan nada rendah dengan raut wajah tertekun"

Kemudian Wanita itu berkata, "(Dengan nada suara yang sombong)"  Saya ingin  mengambil enam butir tetapi dengan harga 12.500 rupiah. "kalau mau kalau tidak mau tidak apa-apa "dengan nada tinggi dan mengancam"

lalu si nenek penjual telur pun menjawab, "Ya sudah nak, mungkin ini adalah awal yang baik sebab dari tadi belum  ada satu telur pun yang berhasil saya jual. "nada suara nenek yang rendah dan raut wajah yang gembira"

Kemudian gadis mudah itu mengambil telur-telur tersebut dan langsung bergegas berjalan dengan perasaan senang bahwa dia sudah menang dalam hal tawar-menawar dengan sipenjual tua tadi. 
Lalu kemudian dia naik ke dalam mobil mewah-nya  lalu pergi ke sebuah restoran terkenal bersama temann-temannya. dan disana, dia beserta temannya langsung memesan makanan dan minuman apapun yang mereka sukai. 
Mereka hanya makan sedikit dan menyisakan sangat banyak makanan dari apa yang sudah mereka pesan. Kemudian gadis tersebut membayar tagihannya. Jumlah tagihan-nya sebanyak  450.000 rupiah dan dia memberikan uang kepada pelayan 500.000 rupiah dan berkata bahwa kembaliannya untuk pemilik restoran saja. "dengan nada yang gembira"
Kejadian seperti ini mungkin terlihat biasa saja bagi pemilik restoran, akan tapi sangat menyakitkan bagi sipenjual telur yang sudah tua.
Inti cerita ini adalah: " Mengapa kita selalu menunjukkan bahwa kita yang punya kuasa ketika kita membeli dari orang-orang yang sebenarnya membutuhkannya ? Dan kenapa juga kita berubah menjadi seorang dermawan kepada orang-orang yang bahkan tidak membutuhkan kedermawanan kita sama sekali ?" (hidup ini sangat ironi bukan ? )
Hidup memang menyenangkan bila kita hidup mewah karena banyak teman, hidup kita akan menyedihkan bila kita hidup dengan pas-pasan karena kita akan dianggap tidak ada oleh teman disekitar kita. 

"Manusia akan merasa bangga dengan apa yang mereka beri kepada orang yang lebih tinggi derajatnya dari dirinya, namunn dia tidak sadar bahwa dia sendiri dianggap sampah oleh sipenerimanya"    - infoberbagi.web.id-

Subscribe to receive free email updates: