Apakah Ibu mu Suka Memilih Anak Kesayangannya ? Ini Berikut Dampak Yang Terjadi

-

Ibu pintar
[Pic. ig-kristina-melia]
Keluarga merupakan surga nyata kecil yang dimiliki setiap manusia, dalam keluarga pasti ada jalinan keluarga yang erat antara Ibu, bapak dan anak dan setiap anak baik perempuan dan pria kelak akan memiliki surga tersebut.

Makna keluarga sangat luas bukan saja antara ikatan anak dan orang tua saja akan tetapi ikatan keturunan dari kakek dari kakeknya masi umum ditemukan bila ditelusuri dimasyarakat tentang silsila keluarga, kembali lagi pada kehidupan sosial masyarakat atau desa tempat kita tinggal merupakan golongan keluarga dekat kita, jadi kita harus hidup bersosial dan bermasyarakat agar terjalin kekeluargaan yang harmonis

Demikian sepintas tentang keluarga, dalam tulisan ini kita akan membahas tentang dampak negatif/buruk bila seorang ibu suka memilih milih anak kesayangan di dalam keluarga. Kenapa harus Ibu yang dibahas kenapa tidak bapak ? Karena menurut survey yang dilakukan oleh sebuah universitas di inggris Ibu lebih cenderung memiliki hal yang seperti ini.

Menurut pakar seorang ibu yang suka membangga - banggakan anak kesayangannya di hadapan anak - anak kandung sendiri merupakan sebuah ketidak adilan sosial anak dimana sang ibu dengan bangganya memuji anak kesayanganya di hadapan anak yang lain tanpa memikirkan perasaan anak yang lainya. Tidak hanya sebatas itu biasanya tipe seperti ini bukan hanya suka memuji anak sendiri saja bisa jadi kepada orang lain yang berkaitan dengan anak kesayangannya itu sendiri baik dari segi pertemanan, rekan kerja,  pacar maupun pasangan hidup dan ketika ada suatu perkumpulan baik kumpul keluarga maupun suasana mengobrol tipe ini juga tidak sungkan-sungkan memuji dan membanding-bandingkan orang yang tidak dekat dengan anaknya.

Berikut ciri - ciri tipe orang tua yang suka memuji anak kesayangan :
1. Selalu pilih kasih : apapun kesalahan dari anak kesayangannya pasti dapat dimaklumi berbanding terbalik dengan perlakuan anak yang lain.
2. Suka memuji, segala tindakan biasa yang dilakukan anak kesayangannya dianggap sangat luar biasa
3. Suka membandingkan, setiap persoalan yang terjadi pada anak dirumah pasti tolak ukurnya hanya kebaikan-kebaikan anak kesayangan saja yang diceritakan padahal persoalan dilakukan oleh anak kesayangan itu sendiri
4. Pamer, setiap apa yang diberikan anak kesayangannya baik itu duit, barang dan makanan selalu di ingat-ingat untuk menjadi tolak ukur kepada anak lainnya dan biasanya umum ditemukan tipe ini jarang mengingat apa pemberian dari anak yang  lainnya atau pun dari orang lain meskipun pemberian itu lebih dari pemberian anak kesayangannyan

Hal ini juga dapat mengakibatkan dampak buruk bagi anak karena perlakuan kusus berlebihan bila segera tidak di ubah pola didiknya. Sudah banyak blog yang membahas tentang ini namun penulis mengangkat ini dari kejadian nyata yang penulis lihat.

Berikut dampak yang umum akan terjadi :
1. Sianak akan menjadi seorang egois karena selalu dibela jadi apapun yang dilakukan selalu benar menurutnya meskipun itu salah
2. Apatis, tidak perduli akan kondisi keluarga maupun orang lain karena sudah terbiasa di istimewakan
3. Tidak suka berbaur dengan orang lain dan cenderung suka menyendiri karena menggangap orang lain tidak sebanding dengannya dan merasa paling baik
4. Merasa paling berjasa karena selalu dipuji atas apa yang diberikan
5. Dan timbulnya kebencian dan iri hati kepada sesama anak yang dapat merusak tali persaudaraan sesama anak

Pesan moral :
Bagi orang tua sebaiknya jangan ada pengecualian diantara anak meskipun dia istimewa, cantik/ganteng, rajin, pintar, penurut itu bukan tolak ukur sebuah anak, semua anak terlahir dari bayi yang belum paham berpikir dan berakal dengan baik jadi disitu bukan si anak yang membuatnya tetapi cara didik orang tua dan pengaruh lingkungan lah yang menyebabkan.

Apakah anak yang di istimewakan kelak berhasil ? Belum tentu juga. Apakah yang di istimewakan kelak berbakti kepada orang tua ? Belum tentu juga bisa saja dia akan apatis/tidak perduli kepada orang tuanya karena sifat apatisnya dan tidak mau repot mengurus orang tuannya. Apakah dia jadi dermawan kepada orang tuannya ? Belum tentu juga bisa jadi anak yang pelit.

Dan ironinya anak yang dianggap tidak istimewa terkadang lebih sukses dan peduli dengan orang tuannya meskipun mendapat perlakuan tidak istimewa

Mari para orang tua yang masih suka memuji anak kesayangannya agar berubah pola pikir dan pola didik, semua hak anak sama dan bila ada yang di istimewakan cukup simpan dalam hati saja agar anak yang lain tidak tau dan tidak akan ada rasa cemburu sesama anak.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apakah Ibu mu Suka Memilih Anak Kesayangannya ? Ini Berikut Dampak Yang Terjadi"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan dewasa sesuai dengan akhlak anda, tunjukkan tata bahasa anda sesuai ajaran agama anda. Terimakasih

Popular Posts