Apakah Mertuamu Suka Merasa Tersakiti ? Ayok Kenali Sifatnya

-

Mertua kejam

Kali ini kita akan membahas kembali tentang perilaku mertua yang penulis temukan langsung dari narasumber teman dekat saya sendiri, dimana dia akan menceritakan pengalaman hidupnya tentang mengetahui ciri-ciri dari sifat mertua yang seakan-akan merasa tersakiti oleh menantunya akan tetapi faktanya berbeda dengan kenyataan yang terjadi dimana menantunnya lebih peduli dari anaknya sendiri, berikut tips untuk mengantisipasi bila ciri-ciri yang di tulis sama dengan anda.

Sebelum kita bahas lebih lanjut berulang kali memohon maaf kepada pihak-pihak mertua tulisan dari blog infoberbagi.web.id ini tidak ada niat untuk menghina, merendahkan ataupun menuduh tulisan ini hanya sarana untuk merubah pola pikir dan mendewasakan para pembaca.

Menurut beberapa menantu yang mengatakan mertua adalah sosok yang manukutkan  apakah benar ? Tentu tidak menurut pakar adat (orang yang dituakan dikampung)  mengatakan " Bila menantu takut sama mertua berarti dia juga takut dengan orang tuanya, menakuti sosok mertua sama saja takut dengan Tuhan" (makna takut disini menceritakan tidak berani bukan takut akan larangan atau kesalahan).

Menurut teman saya selaku narasumber mertua itu tidak semuanya baik dan juga tidak selamanya baik, terkadang mertua lebih egois dibanding anak kandung sendiri terkadang mertua juga bisa baik dan selalu membimbing ke arah yang benar. Namun mertua saya ini (ungkap narasumber) lain dari pada yang lain kenapa saya bilang lain ? Karena sifat apatis (tidak perduli).

Dahulunya mertua saya sangat senang dengan saya, selalu menyanjung saya selalu memprioritaskan saya dibanding menantu lainnya itu ketika saya masih bekerja disuatu perusahaan yang gajinya dibilang sangat lebih dari cukup bila lembur. Memang setiap bulan saya selalu berikan sedikit dan terkadang saya belikkan sesuatu untuk dirumahnnya, pemberian ini sudah kesepakatan dengan anak kandungnnya,  ketika dimana perusahaan itu ekonominya menurun dan harus melakukan pemutihan (PHK dengan hormat)  saya didalam salah satunya yang diputihkan karena produksi sedikit jadi karyawan lapangan dikurangi.

Hasil dari pesangon tersebut kemudian saya belikkan sebidang tanah untuk di olah dan harga tanah basah di daerah saya cukup fantastis harganya perante (satuan ukuran tanah di daerah saya) berkisar 25-30 juta kebetulan uang pesangon saya cukup beli 10 rante tanah basah

Lanjut cerita selang beberapa bulan karna saya tidak memberi seperti biasanya mertua saya tiba-tiba nendiamkan saya dan berkata kepada anaknya lihat pasangan hidupmu itu sudah lupa daratan, gak tau diri sontak pasanganku menyampaikan kepadaku dan aku terdiam,
Dan teman-teman sekampung kebetulan kami tinggal sekampung dengan mertua namun beda rumah mengatakan kalau aku suka menyakiti hati mertuaku "percuma sekampung melihat dan merawat aku tidak pernah dia (ungkap mertua kepada teman sekampung) disitu saya bingung dan selalu memberitahu kebenaran puji syakur teman sekampung lebih percaya kepadaku mengingat keluh kesah menantunnya yang lain tukar pikiran dengan teman sekampung atas sikap mertuaku yang sombong dan apatis

Itu cerita singkat yang saya alami (narasumber) untuk mengetahui ciri-ciri mertua yang suka merasa tersakiti berikut :
1.  Perhatikan bila kumpul ria dan suasana mengobrol   biasanya dia akan bercerita selalu keluh kesah, penderitaan, dan serba kekurangan uang dan banyaknya hutang (sebenarnya dia tidak punya hutang )
2. Dia akan menceritakan kerugian dan jerih payah ketika sekolah dan pernikahan anaknya (niat dihatinya harus diganti rugi dengan uang)
3. Selalu membandingkan orang lain dengan menantunnya ( enak ibu/bpk si polan dibelikkan menantunnya mobil dan bla...bla....bla)
4. Selalu membandingkan pendapatan anak pertama, kedua, ketiga dst.
5. Selalu menuntut ini itu kepada menantunya tetapi tidak mau memberikan bantuan ketika mebantunya sedang terpuruk
6. Suka menceritakan keburukan menantunya dengan membalikkan fakta
7. Tidak tau terima kasih

Berikut tips cara antisipasinya
1. Bila anda seorang menantu yang penghasilan lebih usahakan jangan membiasakan memberi materi bila tidak ubah uang menjadi makanan saja seperti beli buah atau roti.
2. Jangan suka menanyakan sesuatu keinginnannya karena dia akan terus menuntut dan akan membencimu bila tidak di wujudkan/realisasi
3. Hindari berbicara ekonomi keuanganmu, ceritakan saja keuangan kalian untuk kehidupan sehari-hari
4. Jangan mmudah terpancing bila mertua menceritakan keburukan si-A (menantu lainnya) maksudnya jangan jadi ikut terbawa suasana lalu ikut menjelekkan si-A
5. Berkomunikasi secukupnya jangan terlalu sering nanti pasti ada omongan yang lain-lain 

Demikian tips saya berikan itu hanya pengalaman saya (narasumber)  tidak semua mertua jahat pasti lebih banyak yang baik hati. Ingat sebenci apapun mertua kita pada kita jangan pernah ikut membencinya karena mertua adalah orang tua kita. Jaga hati jaga ucapan agar terbentuk keluarga harmonis.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apakah Mertuamu Suka Merasa Tersakiti ? Ayok Kenali Sifatnya"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan dewasa sesuai dengan akhlak anda, tunjukkan tata bahasa anda sesuai ajaran agama anda. Terimakasih

Popular Posts