Dalam kehidupan berkeluarga tentu akan mengalami sebuah pertikaian atau konflik baik dari keluarga itu sendiri maupun dari pihak mertua masing-masing. Tentu sebagai pasangan suami istri harus bisa berpikir dewasa dalam berpikir serta  bijak mengambil keputusan bila terjadi suatu konflik rumah tangga, jangan sekali-kali melapor atau mengadu tentang apa yang terjadi pada keluarga kita kepada orang tua masing - masing karena yang ada malah pertikaian yang semakin membesar, karena sifat alami orang tua adalah melindungi dan membela anak sendiri. 

Ada hal - hal kecil sering sekali menjadi faktor utama yang membuat sebuah pertengkaran pada rumah tangga.


Ada beberapa faktor yang biasanya membuat pertengkaran antara suami dan istri dalam rumah tangga, Antara lain :

1. Ekonomi, biasanya faktor ini sangat lumrah terjadi pada rumah tangga alasannya tak perlu dijelaskan karena bagi yang berumah tangga pasti  sudah sangat paham. Namun itu bukan selamanya menjadi momok menakutkan bagi yang berkeluarga sebab bila suami istri saling memahami dan melengkapi tentu ekonomi pas-pasan pun bisa cukup dan bahagia.

2. Anak, biasanya kalau urusan ini memang faktor penunjang yang membuat suasana rumah selalu ribut biasa karena urusan menjaga anak kecil. Faktor penunjang belum tentu sebagai dalang utama karena bila suami istri bisa saling memahami dan mengerti kondisi pasangan dengan baik tentu urusan menjaga buah hati tidak akan mengalami konflik.

3. Beda Pendapat, faktor ini juga terkadang membuat saling salah paham sesama suami istri baik yang berimbas pada pertengkaran, karena beda pendapat sifat alaminya ya mau menang sendiri/egois dan harus dituruti apa yang dia katakan, akan tetapi faktor ini bisa ditutupi bila suami istri saling terbuka dan berkomunikasi dengan baik.
Demikian hal-hal yang sering terjadi dan pada umumnya ditemui tentang perihal buruk yang dapat memicu pertengkaran dalam rumah tangga.

Akan tetapi ada penyebab lain yang dapat membuat hubungan keluarga menjadi berantakan yaitu karena peran seorang MERTUA yang terlalu sering ikut campur masalah keluarga anaknya.

Mertua sering sekali membuat/memicu sebuah pertikaian dalam rumah tangga anaknya, dan sebagian besar juga Mertua bisa mempererat hubungan keluarga anaknya agar tetap harmonis. Mertua yang yang berpikir baik dengan bijak  akan mengajak anak dan menantunya bertukar pikiran untuk memecah sebuah persoalan yang terjadi pada rumah tangga anaknya.

Akan tetapi kita akan membahas tentang perilaku buruk MERTUA yang sering ditemui pada lingkungan kita.

1.  Bersikap Tidak Adil, mertua sebagian ada yang  bersifat tidak adil pada menantunya biasanya karena mertua tersebut tidak suka pada menantunya.

2. Selalu membanding - bandingkan menantunya yang dia senangi dengan menantu yang tidak dia senangi.

3. Sering memamerkan setiap  pemberian menantu yang dia senangi, dan setiap ada kumpul keluarga mertua ini suka menceritakan pemberian tersebut dihadapan menantu yang dia tidak senangi.

4. Suka memuji - muji dan menyanjung menantu yang  di senangi dihadapan menantu yang tidak disenanginya.

5. Suka menggosipi menantu yang dia tidak sukai didepan tetangga atau lingkunganya  dan menyanjung manantu kesenangan nya biasanya tipe mertua ini belagu/songong (bahasa medannya - marpalessen).

6. Dari sifat kelima diatas umumnya mertua seperti ini adalah GILA HARTA dan tak tau diri karena apa yang kita beri tidak akan dihargai kalau sudah tidak suka dengan kita (menantunya).

✓•Hot News | Unjuk Rasa Warga Medan  Kepada Gubernur #savebabi

Bila kita menemukan sifat mertua seperti ini sebaiknya kita jangan terlalu banyak mengobrol dengannya dan jangan bicarakan tentang kondisi rumah tanggamu, sebaiknya cari tempat tukaran pikiran lainnya seperti pada pihak tulang/paman atau saudara kandung anda sendiri bisa 

Tulisan ini bukan untuk bertujuan menjauhi atau untuk mengajari membenci mertua kita sendiri akan tetapi agar kita lebih pintar dan waspada mengambil posisi diri kita agar terhindar dari omongan mertua kita. karena sebelum menikah kita belum tau pasti bagaimana sifat calon mertua kita.

Tetapi pesan dari saya : seburuk apapun mertua mu tetap lah sayangi meskipun dia tidak suka dengan kita, kelak dia akan menyesali perbuatannya ketika dia sudah mengenalmu lebih jauh dibandingkan menantu yang dia senangi, rawat dan jagalah dia ketika sudah tua dan tak berdaya agar berkat dari Tuhan tetap melimpah kepadamu, mertuamu juga orang tuamu.

Prilaku Buruk Mertua Yang Membuat Retak Keluarga Anak

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Prilaku Buruk Mertua Yang Membuat Retak Keluarga Anak"

Post a Comment

Tinggalkan komentar anda tentang artikel ini.