Derita Seorang Janda Muda | Fiksi

-

Janda muda
Seorang Janda yang dulunya tinggal didesa kirigakure kini tinggal didesa Konohagakure, alasan dia pindah adalah akibat perceraian dengan mantan suaminya dan mengharuskan dia harus pindah meninggalkan desa kirigakure

Sebelum lanjut, Asal-muasal perceraian mereka adalah akibat ekonomi dimana sang suami sangat malas bekerja meskipun di desa tersebut banyak pekerjaan untuk mendapatkan gaji, ada yang bertani, ada buruh pabrik dan ada beberapa perusahaan bergerak di bidang pengolahan dan perkebunan.

Setiap hari suaminya selalu keluyuran dan pulang ketika lapar, dan tidur malam dirumah ketika sedang pengen (urusan suami istri), begitulah pekerjaan si suami, memang dahulu suami saya mendapat warisan dari orangtuanya dimana cukup fantastis bila di rupiahkan akibatnya suami saya tergiur akan tawaran itu dan dia akhirnya menjual persawahan dan kebun sebidang.

Karena banyak uang membuat suami saya malas bekerja, dan selalu menghamburkan uangnya untuk membeli minuman bersama teman - temanya, tak kalah dia sering dikabarkan warga sekita suka bermain dengan perempuan yang salah jalan (pela*ur/psk) dan tiba saatnya dia kehabisan uang hasil penjualan tersebut, dan akhir dia hanya keluyuran dan pulang ketika lapar dan tidur dirumah bila kepengen.

Saya mengaku menyesal memilih dia sebagai calon suami, itu kesalahan saya sendiri dan itu saya akui, karena dahulu saya hidup dari keluarga yang tidak mampu dalam ekonomi akhirnya saya tertarik dengan dia karena orangtuanya kaya, saya juga dulu sadar kalau dia seorang pemuda yang malas, dalam segala bidang baik pekerjaan maupun sekolah karena dia selalu di manjakan orangtOrang dengan kemewahan.

Singkat cerita tentang masa lalu saya, kini saya tinggal di desa Konohagakure dimana desa tersebut sangat ramai penduduk nya, kebetulan saya membeli rumah papan kecil di dekat bantaran sungai,

Untuk membutuhkan kebutuhan hidup sendiri, (kebetulan kami belum dikaruniai anak selama 4 tahun pernikahan) saya hanya bekerja sebagai buruh tani sawah dan terkadang tukang cuci pakaian,

Ketika setengah tahun berlanjut para bapak-bapak dan orang dewasa mulai bersikap risih dengan saya banyak yang melakukan tindakan kurang ajar dari sikap maupun omongan, ada yang merli tetapi lidahnya seperti melecehkan, ada g gestur tubuhnya dan jari tangannya membentuk kode negati.

Namun hati saya terasa sakit bila dilecehkan demikian, tetapi saya bersyukur juga tidak ada seorang pun dari mereka yang mencoba melecehkan secara fisik, hari demi hari saya alami ketika ingin berbelanja kepasar/kewarung maupun ikut kegiatan kampung.

Dalam hati berkata " Saya memang seorang janda, dan saya juga butuh pendamping hidup tetapi saya sadar cinta itu bukan materi dan nafsu saja" karena hal itu sudah menimpa kebahagiaan saya dan saya tak ingin jatuh kedalam lobang yang sama"

Kemudian saya menjadi bahan pembicaraan dikampung karena saya minta tolong dengan seorang teknisi listrik untuk membetulkan listrik saya, maklum rumah papan dan instalasi listrik pun mungkin uda usang dan korslet yang menyebabkan listrik saya ngejeklek/melompat.

Saya sudah coba jelaskan kepada warga kalau saya tidak macam-macam, dan tukang itu juga ada temannya boleh ditanyakan sebenarnya, namun mereka tetap tidak percaya, dan mulai menuduh saya sebagai pelakor (perebut laki orang)

Dan pada akhirnya saya pun pindah dari kampung tersebut karena tidak tahan dengan omongan dan cibiran warga disitu.

Begitulah dilema janda yang saya alami, bagaimana bila ibu-ibu diposisi saya ? apakah mereka tahan dicibir terus ? Terkadang saya sedih sesama perempuan tidak bisa memberikan dukungan positif dan mereka tahu asal muasal saya cerai.

Hargai seorang janda, dia bukan seorang pelakor tetapi korban pelakor serta korban suami yang tidak bertanggung jawab

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Derita Seorang Janda Muda | Fiksi"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan dewasa sesuai dengan akhlak anda, tunjukkan tata bahasa anda sesuai ajaran agama anda. Terimakasih

Popular Posts