Salah Dengar Berujung Pemikiran Negatif | Fiktif

-

Pemikiran negatif
Pada sebuah kontrakan rumah bedeng yang terbuat dari papan dimana rumah bedeng tersebut saling berdekatan artinya satu dinding, kontrakan tersebut memiliki enam pintu dimana pada pintu pertama dihuni keluarga Thanos, pintu kedua keluarga Marvell dan pintu ketiga dihuni janda mudah (ditinggal cerai suami), pintu keempat dihuni keluarga Pak Sarimin (nama karangan), pintu kelima dihuni keluarga mr. Bean dan pintu keenam dihuni keluarga Paijo (nama karangan).



Pak Thanos adalah seorang pemulung barang bekas dan istri Pak Thanos seorang Penyapu jalanan, sedangkan Pak Marvell adalah seorang pengerajin barang bekas dan istrinya seirang pemulung sama seperti pak Thanos, Janda Muda adalah seorang penjahit yang membuka usaha sendiri di rumah, keluarga pak sarimin adalah seorang pemulung barang bekas yang malas san hobi menonton filim dewasa dan istri sarimin adalah seorang penjual gorengan keliling dan Keluarga mr. Bean dan paijo adalah seorang buruh bangunan istri mereka tidak kerja ganya jadi ibu rumah tangga.

Pada suatu hari datanglah seorang bapak-bapak dengan istrinya kerumah janda muda untuk menjahitkan baju istrinya, kebetulan pak Marvell sedang dirumah mengobrol dengan pak sarimin sambil membuat kerajinan tangan jadi mereka tidak melihat bapak-bapak tadi masuk dengan istrinya. Ketika didalam rumah janda muda itu si istri sedang melakukan pengukuran badan tiba-tiba si bapak bertanya tanya dengan si janda muda sontak pak marvell dan pak sarimin mendengar nya di dalam pikirannya kenapa ada suara laki-laki dari dalam rumah janda muda tanpa pikir panjang atau mengecek kedalam rumah sijanda muda pak Marvell dan pak sarimin hanya menguping dari dinding papan, soalnya kalau mengintip tidak bisa karena sudah dilapisi karpet plastik pada dinding rumah bedeng sijanda muda.

Kemudian sibapak mengangkat salah satu kakinya kebetulan dia menggunakan celana panjang namun pada jahitan bawahnya koyak, lalu sibapak mengambil jarum tangan yang ada di dalam toples dekat mesin jahit, kemudian dia bertanya kepada si janda "benangnya dimana mbak" ? Karena sambil mengukur badan istrinya dan istrinya pun tidak bicara karena sariawan yang dia derita, kemudian si janda menjawab " itu mas dibawah, (sambil menunjuk kebawah lemari kecil karena tadi dia menjatuhkan benang lalu bergulir kebawah lemari) dirabah-rabah saja entar terasa.

Karena mendengar perkataan Janda muda itu sontak pak Marvell dan sarimin langsung deg-degan dan langsung berpikir negatif mengarah ke pemikiran adegan dewasa.

Setelah dirabah-rabah oleh si bapak tadi, sijanda menanyakan "dapat mas" kalau tidak coba dirabah agak dalam, tapi agak jorok mas dan bau jarang di bersihkan.

Pak marvell dan sarimin semakin gemetar karena sudah nafsu akibat pikiran negatif.

Lalu sibapak bersuara, akhirnya dapat juga, bawahnya agak sempit jadi susah dirabah dalam-dalam, (sambil mencium tangan dan benang sibapak berkata) bauk apek jarang dibersihkan mas.

Pak Marvell dan sarimin berpikir yang aneh-aneh mengingat mereka tau dia sudah janda lama jadi pikirannya ke bagian vital sijanda hahaha

Kemudian sibapak mencoba memasukkan benang ke lobang jarum, sontak istri sibapak senyum senyum karena melihat suaminya tidak bisa memasukkan benang kedalam lobang jarum, karena sang istri sedang diukur badan nya jadi tidak dapat membantu si suami.

Dengan penuh senyum si janda muda bersuara " akh si mas masa masukin itu saja tidak bisa, digigit dulu ujungnya mas (mengatakan ujung benang) lalu dibasahi ujungnya di isap juga bole nanti kalau uda tegang baru masukin pelan-pelan kelobangnya.

Sibapak bersuara ; maklum mbak lubangnya sempit sekali jadi susah masuknya.
Sijanda bersuara : nanti kalau sudah sering dan terbiasa gampang kok masukin nya mas tidak usah di basahi pun bisa masuk.

Pak Marvell dan sarimin pun terduduk lemas karena gemetaran mendengar pembicaraan si bapak dan sijanda muda, karena mereka berdua juga tertarik dengan si janda muda tetapi karena ada istri mereka hanya memendam perasaan itu.

Dan setelah berhasil menjahitkan yang sobek tadi sibapak langsung bersuara ; akhirnya selesai juga dan si istri pun juga sudah selesai pengukuran dan tinggal menunggu hasil jahitan.

Dari cerita diatas, mengajar kita untuk melihat langsung dulu sebenarnya apa tang terjadi, bukan mendengarkan orang lain yang dapat membuat kita beda persepsi atau pikiran

Penulis - Raikage


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Salah Dengar Berujung Pemikiran Negatif | Fiktif"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan dewasa sesuai dengan akhlak anda, tunjukkan tata bahasa anda sesuai ajaran agama anda. Terimakasih

Popular Posts